PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
Neuropsikologi, Neurologi, Psikolinguistik

Afasia Konduksi

conduction aphasia

Ringkasan Singkat

Afasia konduksi adalah bentuk afasia yang ditandai dengan kesulitan mengulang kata dan frasa secara akurat, meskipun pemahaman bahasa mungkin utuh, terkait dengan lesi pada jalur penghubung area bicara di otak.

Afasia konduksi adalah jenis afasia, gangguan bahasa yang memengaruhi kemampuan berbicara dan/atau memahami bahasa, yang secara spesifik ditandai oleh kesulitan signifikan dalam mengulang kata dan frasa secara akurat. Meskipun pasien dengan afasia konduksi seringkali memiliki pemahaman bahasa yang relatif utuh dan dapat berbicara secara spontan dengan tata bahasa yang benar, ucapan mereka cenderung diselingi oleh kesalahan fonemik (kesalahan dalam bunyi kata) dan anomia (kesulitan menemukan kata yang tepat untuk menyampaikan makna). Secara klasik, kondisi ini diasosiasikan dengan lesi pada fasciculus arkuata, yaitu jalur saraf yang menghubungkan area Broca (produksi bicara) dan area Wernicke (pemahaman bicara) di otak. Namun, penelitian modern menunjukkan bahwa lesi yang berpusat di sekitar gyrus supramarginal dan planum temporale juga memainkan peran penting dalam munculnya afasia konduksi, menyoroti kompleksitas sirkuit bahasa di otak.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • American Psychological Association. (n.d.). Conduction aphasia. APA Dictionary of Psychology. Retrieved from https://dictionary.apa.org/conduction-aphasia
  • Geschwind, N. (1970). The organization of language in the brain. Science, 170(3961), 940–944.
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback